Penggunaan Teknologi Informasi Dalam Pelaksanaan Pengawasan Di Pengadilan

Silahkan download materinya melalui link berikut: PENGGUNAAN IT DALAM PENGAWASAN

PENERAPAN ASAS PERADILAN CEPAT DALAM PERADILAN MODERN BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI

Tugas badan peradilan adalah menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan, dalam era keterbukaan informasi lamanya proses penyelesaian perkara dan kesulitan memperoleh informasi penyelesaian perkara sering dikeluhkan para pencari keadilan.

Lamanya proses berperkara berkaitan dengan banyaknya perkara yang harus diselesaikan. Peradilan Umum sebagai salah satu dari 4 (empat) lingkungan peradilan di bawah Mahkamah Agung Republik Indonesia mendominasi jumlah penyelesaian perkara. Menyadari hal ini sudah seharusnya Peradilan Umum yang terdiri dari Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tinggi, meningkatkan pelayanan umum dengan meningkatkan kinerja penyelesaian perkara dan memberikan akses  seluas-luasnya kepada masyarakat untuk mengakses informasi yang berkaitan dengan proses penyelesaian perkara.

  1. A.   Tugas Pokok Peradilan Umum
  • Memeriksa, mengadili, dan memutus perkara pidana dan perdata sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan ( Pasal 25 ayat 2 Undang Undang Nomor 48 Tahun 2009 Tentang Kekuasaan Kehakiman)
  1. B.   Asas Peradilan
  • Peradilan dilakukan dengan sederhana, cepat, dan biaya ringan ( Pasal 2 ayat 4 Undang Undang Nomor 2 Tahun 1986 Tentang Peradilan Umum sebagai mana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 8 Tahun 2004 terakhir dengan Undang Undang Nomor 49 Tahun 2009 ).
  • Pengadilan membantu pencari keadilan dan berusaha mengatasi segala hambatan dan rintangan untuk dapat tercapainya peradilan yang sederhana, cepat, dan biaya ringan ( Pasal 4 ayat 2 Undang Undang Nomor 2 Tahun 1986 Tentang Peradilan Umum sebagai mana telah diubah dan ditambah dengan Undang Undang Nomor 8 Tahun 2004 terakhir dengan Undang Undang Nomor 49 Tahun 2009).
  1. C.   Pimpinan Pengadilan
  • Pimpinan Pengadilan Negeri terdiri seorang Ketua dan seorang Wakil Ketua (Pasal 11 Undang Undang Nomor 2 Tahun 1986 sebagai mana telah diubah dan ditambah dengan Undang Undang Nomor 8 Tahun 2004 terakhir dengan Undang Undang Nomor 49 Tahun 2009 )
  • Kualitas pimpinan pengadilan akan menentukan terwujudnya peradilan sederhana, cepat, dan biaya ringan.
  1. D.   Pengelolaan Administrasi Perkara
  • Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2015 Tentang Organisasi Dan Tata Kerja Kepaniteraan Dan Kesekretariatan Peradilan :
  • Kepaniteraan Pengadilan adalah aparatur tata usaha negara yang dalam menjalankan tugas dan fungsinya berada di bawah dan tanggung jawab Ketua Pengadilan.
  • Kepaniteraan dipimpin oleh Panitera.
  • Kepaniteraan Pengadilan mempunyai tugas melaksanakan pemberian dukungan dibidang teknis dan administrasi perkara serta menyelesaaikan surat-surat yang berkaitan dengan perkara.
  • Panitera Pengadilan melaksanakan fungsi:
  1. Pelaksana koordinasi, pembinaan dan pengawasan pelaksaan tugas dalam pemberian dukungan dibidang teknis.
  2. Pelaksana pengelolaan administrasi perkara perdata, pidana, dan perkara khusus.
  3. Penyajian data perkara, dan transparansi perkara.
  4. Pelaksana administrasi keuangan dalam program teknis dan keuangan perkara, minutasi, evaluasi dan administrasi kepaniteraan.
  5. Pembinaan teknis kepaniteraan dan kejurusitaan.
  6. Pelaksana fungsi lain yang diberikan oleh Ketua Pengadilan.
  7. E.   Upaya Mewujudkan Peradilan Cepat Berbasis Teknoligi Informasi
    1. 1.    Standar Pelayanan Peradilan

Untuk mewujudkan peradilan sederhana, cepat, dan biaya ringan ditetapkan Standar Pelayanan Peradilan dengan Keputusan Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 026/KMA/SK/II/2012 tanggal 9 Pebruari 2012.

  1. a.    Perkara Perdata
  • Pelayanan Permohonan

-       Pengadilan wajib menyelesaikan permohonan selambat-lambatnya 1 bulan terhitunga sejak sidang pertama, bagi permohonan yang sifatnya sederhana (tidak ada termohon) diselesaikan dalam waktu selambat-lambatnya 2 minggu sejak sidang pertama (kecuali ditentukan lain dengan undang-undang).

  • Pelayanan Gugatan

-       Pengadilan wajib menetapkan hari sidang selambat-lambatnya 3 hari sejak perkara diterima oleh Majelis Hakim.

-       Waktu penyelesaian perkara diubah dengan SEMA Nomor 2 Tahun 2014 tanggal 13 Maret 2014 untuk Pengadilan Tinggi selama 3 bulan dan untuk Pengadilan Negeri selama 5 bulan.

-       Pengadilan menyediakan salinan putusan kepada para pihak selama 14 hari setelah putusan dibacakan di muka persidangan (SEMA Nomor 1 Tahun 2011 tanggal 31 Januari 2011).

  1. b.    Perkara Pidana

-       Waktu penyelesaian perkara diubah dengan SEMA Nomor 2 Tahun 2014  tanggal 13 Maret 2014 untuk Pengadilan Tinggi selama 3 bulan dan untuk Pengadilan Negeri selama 5 bulan.

-       Pengadilan wajib menyampaikan salinan putusan selambat-lambatnya 14 hari kerja sejak putusan diucapkan.

-       Pengadilan wajib menyampaikan petikan putusan segera setelah putusan diucapkan, apabila diucapkan pada sore hari penyampaian petikan putusan dilakukan pada hari kerja berikutnya ( SEMA Nomor 4 Tahun 2009  tanggal 13 Maret 2009).

  1. c.    Pelayanan Persidangan

-       Pengadilan wajib mengumumkan jadwal sidang.

-       Sidang Pengadilan dimulai pada jam 9.00.

-       Pemeriksaan perkara dilakukan berdasarkan sistem antrian.

-       Pemanggilan para pihak dapat dilakukan dengan cara pemanggilan oleh petugas pengadilan agar masuk ke ruang sidang berdasarkan sistem antrian, petugas dapat membagi menjadi dua sesi, sesi pagi dari jam 9.00 sampai dengan jam 12.00 dan sesi siang dari jam 13.00 sampai dengan jam 17.00.

  1. 2.    Standar Pelayanan Satuan Kerja
  • Setiap satuan kerja pada Badan Peradilan diperintahkan untuk menyusun standar pelayanan sesuai dengan jenis pelayanan yang diberikan.
  • Komponen standar pelayanan publik diatur dalam pasal 21 Undang Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik.
  1. 3.    Standar Operasional Prosedur
  • Untuk meningkatkan pelayanan kepada pencari keadilan setiap pengadilan wajib membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) yang sesuai dengan asas peradilan sederhana, cepat, dan biaya ringan.
  • Pedoman penyusunan SOP di lingkungan Mahkamah Agung Dan Badan Peradilan yang berada di bawahnya diatur dalam Peraturan Sekretaris Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 002 Tahun 2012 tanggal 24 Mei 2012.
  1. 4.    Sistiem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP)
    1. a.    Fungsi Dan Manfaat SIPP

Dalam peradilan modern berbasis teknologi informasi digunakan Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) yang dapat berfungsi :

-       SIPP sebagai register elektronik menggantikan register manual.

-       Dengan SIPP pengelolaan administrasi perkara dapat dilakukan dengan cepat, tepat, dan efisien.

-       Dengan SIPP dapat dilakukan transparansi dan publikasi pengelolaan administrasi perkara.

-       Dengan SIPP dapat dilakukan akuntabilitas dan transparansi penggunaan biaya perkara.

-       Dengan SIPP dapat dilakukan pengawasan ketepatan mengisi register, ketepatan menetapkan Majelis Hakim dan menunjuk Panitera Pengganti, ketepatan menetapkan hari sidang, ketepatan penyelesaian minutasi dan ketepatan waktu penyelesaian perkara.

-       Dengan SIPP dapat dilihat setiap saat kinerja penyelesaian perkara.

-       Dalam SIPP dapat dilihat setiap saat semua perkara yang ditangani setiap Hakim dan Panitera Pengganti.

  1. b.    Penggunaan SIPP
  • Untuk menjamin pelaksanaan administrasi pengadilan yang tertib, modern dan akuntabel, Mahkamah Agung Republik Indonesia telah menetapkan bahwa seluruh pengadilan harus beralih dari administrasi pengadilan yang dilakukan secara manual ke administrasi yang berbasis Teknologi Informasi (TI).
  1. c.    Petunjuk Pelaksanaan SIPP
  • Petunjuk pelaksanaan SIPP diatur dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Badan Peradilan Umum Nomor 3/DJU/HM02.3/6/2014 Tentang Administrasi Pengadilan Berbasis Teknologi Informasi Dilingkungan Peradilan Umum.
  1. d.     Kinerja Penyelesaian Perkara
  • Kinerja meningkat apabila persentase penyelesaian perkara lebih tinggi dari tahun sebelumnya.
 STATISTIK PERKARA PENGADILAN NEGERI DALAM PENGADILAN TINGGI
Bulan : 01-2014 s/d 12-2014
No Nama Pengadilan Sisa Awal Masuk Putus Ratio Penanganan Perkara Sisa Akhir

1

PENGADILAN NEGERIBANGKO

37

200

201

101%

36

I 2

PENGADILAN NEGERI JAMBI

155

1.131

1.105

98%

181

3

PENGADILAN NEGERI KUALA TUNGKAL

15

194

177

91%

32

4

PENGADILAN NEGERI MUARA BULIAN

22

164

173

105%

13

5

PENGADILAN NEGERI MUARA BUNGO

43

320

302

94%

61

6

PENGADILAN NEGERI SAROLANGUN

14

139

132

95%

21

7

PENGADILAN NEGERI SENGETI

27

205

207

101%

25

8

PENGADILAN NEGERI SUNGAI PENUH

22

107

114

107%

15

9

PENGADILAN NEGERI TANJUNG JABUNG TIMUR

22

105

112

107%

15

10

PENGADILAN NEGERI TEBO

18

125

133

106%

10

 

STATISTIK PERKARA PENGADILAN NEGERI DALAM PENGADILANTINGGI
Bulan : 01-2015 s/d 12-2015
No Nama Pengadilan Sisa Awal Masuk Putus Ratio Penanganan Perkara Sisa Akhir

1

PENGADILAN NEGERI BANGKO

36

235

227

97%

44

2

PENGADILAN NEGERI JAMBI

181

1.283

1.154

90%

310

3

PENGADILAN NEGERI KUALA TUNGKAL

32

215

208

97%

39

4

PENGADILAN NEGERI MUARA BULIAN

13

179

152

85%

40

5

PENGADILAN NEGERI MUARA BUNGO

61

298

309

104%

50

6

PENGADILAN NEGERI SAROLANGUN

21

195

169

87%

47

7

PENGADILAN NEGERI SENGETI

25

181

168

93%

38

8

PENGADILAN NEGERI SUNGAI PENUH

15

146

134

92%

27

9

PENGADILAN NEGERI TANJUNG JABUNG TIMUR

15

129

115

89%

29

10

PENGADILAN NEGERI TEBO

10

171

162

95%

19

 

  • Dengan membandingkan sisa awal dengan sisa akhir dapat dilihat dengan jelas apakah kinerja setiap pengadilan tersebut meningkat atau menurun.
  1. e.    Penyelesaian Minutasi Perkara
  • Batas waktu penyelesaian minutasi paling lambat 14 (empat belas) hari sejak putusan diucapkan dalam persidangan, ketaatan menyelesaikan minutasi dapat dilihat dari umur perkara yang sudah putus tetapi belum minutasi.

 

     

   No

       

Pengadilan

Umur Perkara Ditingkat Pertama yang

Sudah Putus tetapi Belum Minutasi

   

Sampai Dengan 14 Hari

15 Hari s/d 21 Hari

22 Hari s/d 35 Hari

Lebih dari 35 Hari

 

1

PENGADILAN NEGERI JAMBI

6

0

18

44

2

PENGADILAN NEGERI MUARA BUNGO

1

0

1

0

3

PENGADILAN NEGERI KUALA TUNGKAL

2

0

0

2

4

PENGADILAN NEGERI SUNGAI PENUH

0

1

0

7

5

PENGADILAN NEGERI BANGKO

2

0

0

0

6

PENGADILAN NEGERI MUARA BULIAN

0

0

1

0

7

PENGADILAN NEGERI TEBO

0

0

0

0

8

PENGADILAN NEGERI SAROLANGUN

6

0

0

0

9

PENGADILAN NEGERI TANJUNG JABUNG TIMUR

0

0

0

0

10

PENGADILAN NEGERI SENGETI

0

0

0

0

 

  1. f.     Ketaatan Memenuhi Tenggang Waktu Penyelesaian Perkara
  • Ketaatan penyelesaian perkara sesuai dengan tengganggang waktu yang ditentukan dapat dilihat dalam statistik penyelesaian perkara.

 

          No

Pengadilan

Umur Perkara Ditingkat Pertama yang Belum Putus

   

3 Bulan

4 Bulan

5 Bulan

6 – 12 Bulan

Lebih dari 12 Bulan

1

PENGADILAN NEGERI BANGKO

0

0

0

0

0

2

PENGADILAN NEGERI JAMBI

18

17

5

4

0

3

PENGADILAN NEGERI KUALA TUNGKAL

1

0

0

0

0

4

PENGADILAN NEGERI MUARA BULIAN

2

0

5

1

0

5

PENGADILAN NEGERI MUARA BUNGO

2

2

0

1

0

6

PENGADILAN NEGERI SAROLANGUN

0

0

0

0

0

7

PENGADILAN NEGERI SENGETI

1

2

1

0

0

8

PENGADILAN NEGERI SUNGAI PENUH

3

0

0

0

0

    9                            

PENGADILAN NEGERI TANJUNG JABUNG TIMUR

3

1

0

1

0

10

PENGADILAN NEGERI TEBO

0

1

0

0

0

TOTAL

30

23

11

7

0

 

  • Penyelesaian perkara pada Pengadilan Tingkat Perma paling lambat dalam waktu 5 (lima) bulan dan pada Pengadilan Tingkat Banding paling lambat dalam waktu 3 (tiga) bulan termasuk penyelesaian minutasi (SEMA Nomor 2 Tahun 2014).
  • Jangka waktu proses mediasi tidak termasuk jangka waktu pemeriksaan perkara ( Pasal 13 ayat 5 PERMA Nomor 1 Tahun 2008).
  1. g.    Penilaian SIPP
  • Penilaian dibagi dalam tiga kategori:

-       Merah : Penanganan perkara kurang dari 50% atau sinkronisasi lebih dari 24 jam.

-       Kuning : Penanganan perkara antara 50 % – 90 % dan sinkronisasi kurang dari 24 jam.

-       Hijau : Penanganan perkara lebih dari 90 % dan sinkronisasi kurang dari 24 jam.

  • Persentase penyelesaian perkara : jumlah perkara yang putus dan sudah minutasi dibagi dengan sisa perkara tahun lalu ditambah dengan perkara yang masuk.
  • Persentase penyelesaian perkara dan ketaatan melakukan sinkronisasi meruapakan faktor penting dalam mengukur kinerja peradilan modern berbasis teknologi informasi dalam mewajudkan peradilan sederhana, cepat, dan biaya ringan.
  • Dengan ketaatan melakukan sinkronisasi komunikasi dan transfer data akan baik, publikasi dan akuntablitas penyelesaian perkara juga akan terlaksana dengan baik,
  • Publikasi dan akuntablitas penyelesaian perkara akan mendapat penilaian positip apabila persentase penyelesaian perkara juga baik.
  • Pada tahun 2015 dari 10 (sepuluh) Pengadilan Negeri yang ada di wilayah hukum Pengadilan Tinggi Jambi hanya dua SIPP yang pernah berwarna hijau yaitu SIPP Pengadilan Negeri Sengeti dan SIPP Pengadilan Negeri Tebo, yang lainnya persentase penyelesaian perkaranya belum pernah melebihi 90 %.
  • Peningkatan persentase penyelesaian perkara bukan tugas dan tanggung jawab staf pengelola SIPP, peningkatan persentase penyelesaian perkara adalah tugas dan tanggung jawab Pimpinan (Ketua dan Wakil Ketua Pengadilan), Hakim, Panitera, Panitera Muda, Panitera Pengganti dan Jurusita. Untuk meningkatkan persentase penyelesaian perkara dan menghindari tunggakan perkara yang sudah menjadi permasalahan serius sejak tahun 1950, perlu diperhatikan dan dipedomani ketentuan-ketentuan mengenai penyelesaian perkara , antara lain sebagai berikut:
  1. SEMA Nomor 1 Tahun 1951 tanggal 20 Januari 1951 Perihal Tunggakan Perkara Pada Pengadilan Negeri, dengan surat edaran ini Mahkamah Agung memerintahkan dan menuntut supaya tiap-tiap hakim pada Pengadilan Negeri menyelesaikan (memeriksa dan memutus) sekurang-kurangnya 60 perkara pidana dalam tiap-tiap bulan.
  2. SEMA Nomor 5 Tahun 1959 tanggal 20 April 1959 Perihal Cara Penyelesaian Perkara, dalam surat edaran ini dinyatakan ketika putusan diucapkan konsep putusan dan konsep berita acara yang bersangkutan hendaknya telah selesai.
  3. SEMA Nomor 2 Tahun 1985 tanggal 1 Pebruari 1985 Tentang Seleksi Terhadap Saksi-Saksi Yang Diperintahkan Untuk Hadir Di Sidang Pengadilan.
  4. SEMA Nomor 1 Tahun 1988 tanggal 18 Pebruari 1988 Tentang Kegiatan Persidangan.
  5. SEMA Nomor 3 Tahun 1998 tanggal 10 September 1998 Tentang Penyelesaian Perkara.
  6. SEMA Nomor 10 Tahun 2005 tanggal 27 Juni 2005 Tentang Bimbingan Dan Petunjuk Pimpinan Pengadilan Terhadap Hakim/Majelis Hakim Dalam Menangani Perkara.
  7. Merencanakan penyelesaian perkara dengan membuat jadwal persidangan yang dapat menyelesaikan setiap perkara dengan sederhana, cepat, dan biaya ringan.
  8. Mengatasi segala hambatan dan rintangan untuk dapat tercapainya peradilan yang sederhana, cepat, dan biaya ringan.

Berdasarkan data yang terdapat pada statistik perkara tahun 2015, penyelesaian minutasi, tenggang waktu penyelesaian perkara dan penilaian SIPP ternyata penerapan asas peradilan sederhana, cepat, dan biaya ringan masih belum sesuai dengan yang diharapkan, menyadari hal ini diharapkan pada tahun 2016 adanya peningkatan kinerja penyelesaian perkara terutama percepatan penyelesaian perkara sesuai ketentuan perundang-undangan.

Jambi, 13 Januari 2016

SAURASI SILALAHI

Meja Informasi (Deskinfo) Pengadilan Negeri Sampit

Dalam rangka meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat, Ketua Pengadilan Negeri Sampit, Bapak Saurasi Silalahi, SH, MH, mengatakan bahwa keberadaan meja informasi ini diharapkan akan mempermudah akses masyarakat untuk mendapatkan pelayanan informasi, sesuai amanat SK Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia No. 1-144/2011 tentang pedoman pelayanan informasi di pengadilan, yang merupakan respon lembaga peradilan dalam menerapkan UU Keterbukaan Informasi.

Pada meja informasi terdapat petugas informasi yang akan membantu memberikan layanan informasi bagi orang yang memerlukan informasi di pengadilan negeri sampit,  selain meja informasi terdapat pula monitor yang menampilkan Agenda Sidang dan adanya kotak pengaduan sebagai sarana dalam melaksanakan kegiatan pelayanan publik, Pengadilan kadangkala tidak selalu dapat memenuhi harapan masyarakat, khususnya para pencari keadilan. Bila hal ini terjadi, bisa menimbulkan ketidakpuasan dan keluhan dari masyarakat yang dapat disampaikan melalui kotak pengaduan tersebut.

Alamat domain situs resmi Pengadilan Negeri Sampit telah mengalami perubahan, yang semula http://pn-sampit.com/ menjadi http://pn-sampit.go.id/ hal ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat dalam mengakses semua informasi yang ada di situs Pengadilan Negeri Sampit.

Pisah Sambut Ketua Pengadilan Negeri Sampit

Pada tanggal 12 September 2013, Pengadilan Negeri Sampit melaksanakan acara Pisah Sambut antara Ketua Pengadilan Negeri Sampit yang lama Bapak Saurasi Silalahi., SH., MH dengan Ketua Pengadilan Negeri Sampit yang baru Bapak H. Suwarsa Hidayat, SH., M.Hum bertempat di Rumah Jabatan Bupati Kotawaringin Timur.

Bapak Saurasi Silalahi., SH.,MH menerangkan bahwa Mahkamah Agung sedang menerapkan Pengadilan yang Modern, salah satunya adalah pemanfaatan teknologi internet sebagai media informasi bagi masyarakat pencari keadilan. Program Mahkamah Agung ini disebut Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) yang dalam bahasa Inggrisnya Case Tracking System (CTS). Pengadilan Negeri Sampit melaksanakan program SIPP/CTS ini sejak tahun 2012. Jadi, semua perkara yang ditangani Pengadilan Negeri Sampit sejak tahun 2012 hingga sekarang dengan mudah bisa diakses oleh seluruh masyarakat dimana pun berada melalui website Pengadilan Negeri Sampit (http://cts.pn-sampit.go.id).  “Saya terinspirasi dari moto Bapak Bupati Kotim H. Supian Hadi. S.Ikom yaitu Bergerak Cepat, karena dengan cara begitu kami bisa menerapkan program SIPP/CTS dengan baik dan akurat” ungkap Bapak Saurasi Silalahi, SH., MH.

Ketua Pengadilan Negeri Sampit, Bapak H. Suwarsa Hidayat., SH., M.Hum dalam sambutannya mengatakan, “Saya diberikan kepercayaan dan tanggung jawab yang besar untuk memimpin di Pengadilan Negeri Sampit. Oleh karena itu, kami sangat memerlukan bimbingan dari beliau agar prestasi yang telah dicapai Pengadilan Negeri Sampit dapat kami pertahankan” ungkap Ketua Pengadilan Negeri Sampit yang asli orang betawi ini. Dalam sambutan Bupati Kotim Bapak Supian Hadi, S.Ikom mengatakan, kami menerapkan moto Bergerak Cepat dalam berbagai aspek, salah satunya adalah peningkatan kinerja di pemerintah daerah.

DATU NABORATAN SILALAHI

DATU NABORATAN SILALAHI

DOHOT HAHOMION NA

                Pahoppu haholongan ni Raja Bungabunga Silalahi do Datu Naboratan Silalahi, tolu do pahoppuni Raja Bungabunga Silalahi Sian Anakhonna Sinabang Silalahi ima anakhon ni Sinabang Silalahi na tinubuhon ni Boru Pasaribu, sihahaan Oppu Raja Mual Silalahi, nomor dua Datu Naboratan Silalahi dohot nomor tolu Oppu Raja Tumali Silalahi.

          Digoari ibana Datu Naboratan ala di suan jala dipasahat Oppung na Raja Bungabunga Silalahi do ugasan, parbinotoan dohot sahalana tu ibana gabe boi ibana mambahen mual na adong  rasirasa saonari di Lumban Gorat Balige.

          Dung magodang Datu Naboratan Silalahi marsakkap ma ibana laho marhutasada tu angka luat na asing, alai andorang so dimulai marhutasada jumolo do dialap dohot dirajahon Boru Pasaribu gabe parsonduk bolon na jala tubu ma anakhon na siangkangan na margoar Oppu Tor Panaluan.

          Simbur magodang do anakhon na i, dung pos rohana so jadi panahitnahiton anak buha baju nai, laho ma ibana marhutasada tu Pansurnapitu Tarutung, ndang sadia leleng dung sahat ibana di luat i pintar lomo do roha ni angka pangisi ni luat i mardongan dohot ibana.  Dialap dohot dirahajon ma pandonganan saripe on na dohot Boru Siagian jala tubu ma anakhonna na margoar Toga Silindung.

          Sai marsihohot do Datu Naboratan Silalahi di sakkap ni rohana laho marhutasada tu angka luat na boi di dalani na, sian Pansurnapitu laho ma ibana tu toruan na ima huta Sait Nihuta (Pansurbatu), mangalap boru ma ibana di luat i jala dung diparaja pardongan saripeon na dohot Boru Suhut Siopat Pisoran (Boru Tobing) tubu ma anakhonna na margoar Toga Pahae.

          Na marbisuk jala na marsahala do Datu Naboratan Silalahi, atik pe nunga disuan jala dipasahat Raja Bungabunga Silalahi ugasan, habisukon dohot parbinotoan na tu ibana, dilehon Hula-hula na tu ibana hujur, dapotna taring (sait) dohot rante aili di Pansurnapitu, dapot ibana muse ijuk di Sait Nihuta, alai sai tongtong do ibana ndang marna loja mangalului habisukon dohot parbinotoan, alani i laho ma ibana  tu Aek Godang, dapot ibana ma di luat i parbinotoan na boi mambahen dohot pamalumhon sahit, jala dialap dohot dirajahon ma pardongan saripeon na dohot Boru Pasaribu ima ripena na paopathon na manubuhon anakhonna na margoar Datu Baleha.

          Sian Aek Godang laho do Datu Naboratan Silalahi maningkir ripe dohot anakhon na tu Sait Nihuta dohot Pansurnapitu, alai ala sai marsitutu do Datu Naboratan Silalahi laho manorushon sakkap ni rohana marhuta sada tu nasa luat, ndang mulak ibana sian Pansurnapitu tu Aek Godang, ditorushon ma parhutasadaanna tu Sidempuan mamolus sian Sibolga, mambuat boru ma ibana di luat i ima Boru Hasibuan, ganup di sungkun ise ibana di dokhon Dao Lae, dung tubu anakhon na di goari ma Daulai.

          Dung magodang ianakhonna si nomor lima i, laho ma Datu Naboratan tu huta Pea Raja Garoga di Tarutung, mambuat boru ma ibana di luat i, dung dirajahon pardongan saripeon na dohot Boru Siregar tubu ma anakhonna nomor onom ima na margoar Toga Sappinur.

          Holong do roha ni Datu Naboratan Silalahi di sasude anakhon na, ala holong ni rohana ndang olo ibana maninggalhon ianakhon na i so jolo magodang jala pos rohana naso panahitnahiton.  Dung magodang anakna si nomor onom i tuat ma Datu Naboratan Silalahi sian Garoga tu Siborongborong jala marhuta di Paritsabungan.

          Leleng do Datu Naboratan Silalahi tinggal di luat i, ala nunga lam matua ibana ndang be digogohon rohana marhuta sada tu luat na asing.  Dialap jala dirajahon ma gabe ripena na papituhon Boru Simamora.  Tubu do ianakhonna tolu baoa dohot sada boru sian ripena na papituhon i.  Parjolo ma tubu baoa alai tingki laho Datu Naboratan Silalahi tu balian, martugarangi ma anakhonna i, dibukkai ma hajut-hajutna, dibuat jala dipangan na so sipanganon ala ni i gabe monding ma anakhon hasudunganna i, marsak jala sumolsol bagi ma ibana ujung na di tanom ibana ma deba ugasanna di luat i.

          Asing ni sada boru na sian ripe na papituhon i, sian ripena na asing pe adong do boruna, alai ianggo ianakhonna baoa na mangolu jala na marpinoppar holan anakna na sian ripena napitu i do, onom sian ripena na parjolo sahat tu ripena paonomhon jala dua sian ripena na papituhon ima na margoar Datu Ari dohot Toga Muara.  Molo tung adong pe pinomparna maringanan di angka luat pomparanna sian anakna na ualu i do laho marhutasada jala marhuta di luat na asing.

          Ala habisukon dohot hasaktionna diboto Datu Naboratan Silalahi do sadihari ibana monding, dung jonok tingkina laho ma Datu Naboratan manopot anak dohot ripena sipaiopat tu Aek Godang jala ditaruhon anakhonna si nomor opat ima ibana sian Aek Godang tu ripe dohot anakhonna siangkangan di Lumban Gorat Balige, di si ma ibana marujungngolu jala dibahen ma hinamborna sainganan tu hinambor ni Raja Bungabunga Silalahi dohot Tuan Sihubil.

          Tingki mulak Datu Naboratan tu Aek Godang sai diboan-boan do pahoppu ninina sian anak ni Datu Baleha ima namargoar Siborunahum, dimemehon do parbinotoan dohot ugasanna tu ninina i, jala dung magodang Siborunahum tuat ma ibana sian simarapak tu Sijungkang jala dibukka ma huta disi ima namargoar Huta Sijungkang.

                                                                    Lumban Gorat, 18 Mei 2012

                                                                    Saurasi Silalahi, SH., MH

RAJA BUNGABUNGA SILALAHI GELAR RAJA PARMAHAN SILALAHI DOHOT HAHOMION NA

Parsorion Ni Raja Bungabunga Gelar Rajaparmahan Silalahi – Saurasi Silalahi., SH.,MH


RAJA BUNGABUNGA SILALAHI
GELAR RAJA PARMAHAN SILALAHI
DOHOT HAHOMION NA

 

-1-

 

Andorang so pinabotohon songon dia hahomion ni Raja Bungabunga Silalahi, jumolo pinatolhas tona ni Raja Bungabunga tu sorangan na ” Asa rap ma hita saluhutna pinompar ni Raja Bungabunga paturehon diangka na hurang lobi ”
Sabungan ni hata, Sabungan ni harajaon Sabungan ni parbinotoan Sabungan ni pardonganon dohot parale-aleon do Raja Silahisabungan pahompu hasian ni Raja Silahisabungan do Raja bungabunga, tu Raja Bungabunga do di memehon Raja Silahisabungan parbinotoan dohot hasaktionna.
Tubu di Balige do Raja Silahisabungan, Balige do Huta Sabungan Harajaon Batak na digomgoman ni natorasna Raja Natarbarita Tuan Sorba Dibanua, ualu anak ni Tuan Sorba Dibanua sian na dua ina, ima Ompung Boru Nai Anting Malela Boru Pasaribu dohot Ompung Boru si Baso Paet.

 

-2-
Lima tubu di Ompunq Boru Nai Anting Malela Boru Pasaribu :

1. Si Bagot Ni Pohan – Siangkangan
2. Si Paet Tua – Paidua
3. Si Lahisabungan – Paitolu
4. Si Raja Oloan – Paiopat
5. Si Raja Hutalima – Pailima

Tolu tubu ni ompung boru Si Baso Paet :

 

  1. Sobu
  2. Sumba
  3. Toga Naipospos

 

Di laon-laon ni ari, songon ni dokkon ni Si Bayo Datu Bolon ni Harajaon, asa gabe partaonon jala hot harajaon ni Tuan Sorba Dibanua, satahi saoloan ma nasida laho patupahon horja bolon. Dibagi ma turgas-turgas na hombar tu ulaon i, Si Paet Tua, Silahisabunga dohot si Raja Oloan ma na marturgas mangalap borotan ni horbo sitingko tanduk, sijambe ihur, pangarege di pogu ni alaman, pamostang pangambe di pargaduan. Ditontuhon do hau sialapon ni nasida, ima hau sarimarnaek, junjung dolok, hau pinta – pinta, hau bane – bane, parhau na limut-limuton, paranggun-anggunan ni homang di tombak libo-libo.
Anggo jolma biasa do namagalului tung naso tupa do dapot hau i, hape dapot nasida do hau i. Dung sahat nasida di huta mamorsan hau borotan i nunga sae ulaon mangalagat horbo songon na ni dokkoni si Bayo Datu Bolon ni harajaon i, muruk situtu ma nasida natolu, satolop ma nasida natolu naso jadi marsiantoan di adat dohot di uhum tu si Bagotnipohan, Timus ni Api ni hahana ipe naso jadi idaon nasida.

 

 

 

-3-

 

Borhat ma nasida na tolu sian Balige, jumolo ma di pataru si Paet Tua tu habinsaran ima Laguboti, sian habinsaran lahoma nasida nadua tu si Ogung-ogung di sabola habinsaran ni Pusuk Buhit, leleng do Raja Silahisabungan mandongani si Raja Oloan di luat i, alai dung sonang rohani si Raja Oloan tinggal di luat i, laho ma Raja Silahisabungan mangalului luat baen parhutaan na, gabe sahat ma ibana di Dolok Hole jala marhuta di Huta Lahi.
Di na laho borhat Raja Silahisabungan tung mansai lungun do roha ni si Raja Oloan, di rohana naeng ma rap nasida marhuta di luat i, hape Raja Silahisabungan ingkon laho do mangalului luat parhutaan na, ai nunga rap marnipi Raja Silahisabungan dohot si Raja Oloan, rap mambege nasida di nipi na be, hata na mandokkon ” Ahu mamarentahon tu hamu nadua asa gabe tano on ma gabe tano ni si Raja Oloan dohot

Pinomparna, sian pinomparna do muse tubu Raja Bolon, ia ho Raja Silahisabungan lehononku do tuho tano nadi sabola Pastina”. Alani i marpadan ma Raja Silahisabungan dohot Raja Oloan :Naso jadi paboaon nasida parhutaan na tu Sibagotnipohan dohot pinomparna, molo adong na masa di nasida di bahenma timus ni api pabotohon asa ro mangurupi.Tonahonon ma tu pinompar tabe asa sisada anak sisada boru pomparan nasida muse di pudian ni ari.

 

-4-
Dung marhuta Raja Silahisabungan di Huta Lahi, dialap ma Oppung boru Pinggan Matio Boru Padang Batangari. Ualu ma tubu ni Oppung Boru Pinggan Matio Boru Padang Batangari ima na margoar :

1. Laho Raja / Ranim Boni Boru Padang Batangari
2. Tungkir Raja / Pinggan Haomasan Boru Situmorang
3. Sondi Raja / Siboru Nagok Boru Siboro
4. Butar Raja / Lagumora Boru Sagala
5. Dabariba Raja / Sahat Uli Boru Sagala
6. Debang Raja / Si Boru Panamean Boru Sagala
7 Batu Raja / Bunga Pandan Boru Sinaga
8. Deangnamora ( Boru sasada ni Raja Silahisabungan )

Sian Huta Lahi laho do Raja Silahisabungan manandakkon hadatuon tu si Bisa, ujui dibagasan parsahiton do boru ni Nairasaon ima na di goari Boru Milingiling ( Boru hasian ), ala dang adong na boi mangubati satolop ma Nairasaon dohot Raja Silahisabungan, molo boi di pamalum Raja Silahisabungan sahit ni Boru Milingiling aha pe dipangido upana ingkon lehonon ni Nairasaon.

 

-5-

 

Malum do di daoni Raja Silahisabunga sahit ni Boru Milingiling, dung malum di pangido Raja Silahisabungan ma ia upana ingkon na diubatan nai gabe parsonduk bolon na, hape andorang so marsahit Boru Milingiling nunga di paorohon, alai nunga parjanjian manang aha dipangido ingkon leanon na, di oloi Nairasaon ma pangidoan ni Raja Silahisabungan i, alani I muruk situtu ma paranak tu Nairasaon dohot tu Raja Silahisabungan. Asa unang marsitorus be parbadaani, dung sorang sahalak poso-poso ( si Bursok ) pintor dibahen Raja Silahisabungan ma si Bursok i tu hajutna jala diboan mulak tu Huta Lahi, alai Boru Milingiling (Boru Nairasaon) tinggal do di si Bisa .
Dung sahat Raja Silahisabungn ni Huta Lahi mabiar do Raja Silahisabungan paridahontu Oppung Boru Pinggan Matio Boru Padang Batangari si Bursok na di bagasan hajut na i, dibahen ma si Bursok di bagasan sopo-sopo jala marbunibuni ma Raja Silahisabungan mamboan purik dohot
Indahan tu sopo i laho marmeme si Bursok natinabunihon na i, hape sian naso pamotoan ni Raja Silahisabungan roma Oppung Boru Pinggan Matio Boru Padang Batangari mandapothon Raja Silahisabungan. Dung di sukkun Oppung Boru Pinggan Matio Boru Padang Batangari aha na di hajut nai gabe di patorang jala di pasahat RajaSilahisabungan ma poso-poso i tu Oppung Boru Pinggan Matio Boru Padang Batangari, dijakkon Oppung Boru Pinggan Matio Boru Padang Batangari ma poso-poso i jala di bahen ma goarna si Tambun.

 

-6-

 

Tingki i nunga matua Oppung Boru Pinggan Matio Boru Padang Batangari, alai martonggo ma Raja Silahisabungan tu Mula Jadi Na Bolon gabe maraek ma tarus ni Oppung Boru Pinggan Matio Boru Padang Batangari, di patarus Oppung Boru Pinggan Matio Boru Padang Batangari ma Tambun Raja, dang hahurangan Tambun Raja ai tupa do tarus di Oppung Boru Pinggan Matio Boru Padang Batangari pagodang-godangkon Tambun Raja.
Ala nunga marsiajar doli-doli Tambun Raja, di pangido Tambun Raja ma tu Raja Silahisabungan asa diloas ibana laho manopot natumubuhon ibana ima Oppung Boru Milingiling di si Bisa. Dang tarjua Raja Silahisabungan pangidoan ni Tambun Raja, alai andorang so borhat Tambun Raja maninggaihon Huta Lahi, dibahen Raja Silahisabungan do Poda Sagu Sagu Marlangan.

 

-7-

 

Dibahen ma Sagu-sagu na marlangan (Pucat) rupana gana jolma, balgana sabalga ni dakdanak na siat hundul di ampang. Dung di peakkon di jolo ni Raja Silahisabungan Sagu-sagu marlangan na di pahundul di bagasan ampang jala hundul marsila sude anakkon ni Raja Silahisabungan manghaliangi Sagu-sagu marlangan, Tambun Raja marsiadopan dohot Raja Silahisabungan Loho Raja, Sondi Raja, Dabariba Raja, dohot Batu Raja hundul di siamun ni Raja Silahisabungan oppung Boru Padang Batangari, Namboru Deangnamora, Tungkir Raja, Butar Raja, Debang Raja hundul disabola Hambirang ni Raja Silahisabungan, ninna Raja Silahisabungan ma tu nasida ” Onma naso boi oseonmu manang pinomparmu ” :
Ingkon marsihaholongan hamu sahat rodi pomparan muna muse.Naso tupa dohonon muna naso saama saina hamu napitu dohot Tambun Raja, jala ingkon sisada lulu boru do hamu.Jala hamu napitu dohot angka pinomparmu ingkon humolong rohamu di boru ni anggi muna Tambun Raja on rodi pinompar muna, jala hope Tambun Raja dohot sandok pomparan mu ingkon tong songoni maradophon boru ni angka haham napitu sahat tu pinomparmu.Naso jadi marsiolian pomparan muna. Naso jadi olion ni pomparan mu napitu pomparan ni anggimu si Tambun
Raja on, jala naso jadi olion ni pomparan ni Tambun Raja pomparan ni sude haham napitu on.Naso tupa pungkaon muna bada manang salisi.Molo adong parbadaan di hamu napitu sahat rodi pomparan muna, sandok ingkon anggi muna manang pinomparna si bahen dame dihamu, jala uhum na tingkos naso boi mardingkan jala ingkon oloan muna jala naso jadi juaon, jala las songoni dohot

 

-8-

 

ho Tambun Raja, ia adong parbadaan di pomparan mu sandok ingkon sian pomparan ni haham napitu on ma si bahen dame jala si dabu uhum na tingkos, jalo naso tupa mardingkan jala naso jadi juaon.Jala molo adong parbadaan di hamu naso tupa halak na asing laho pasaehon.Sitonahononm una be ma i tu pinompar muna, jala manang ise na mangose padan on sandok songon Sagu-sagu marlangan on ma ibana peak so maranak so marboru.
Dung di patupa Raja SiLiahisabungan Poda Sagu-sagu marlangan, di pataru Raja Silahisabungan ma Tambun Raja manopot dainang pangintubuna tu si Bisa, alai Raja Silahisabungan ndang sahat tu huta, dung di patudu Raja Silahisabungan huta i tu Tambun Raja pintor mulak do Raja
Silahisabungan ai di tingki borhat mamboan Tambun Raja tu Huta Lahi marjanji do Raja Silahisabungan naso jadi ibana mulak tu huta i, laho ma Tambun Raja tu huta i jala pajumpang ma Tambun Raja dohot Boru Milingiling Boru Nairasaon. Ndang mulak be Tambun Raja tu Huta Lahi, dialap ma boru ni tulang na ima boru Manurung (boru ni Raja Mangarerak), laos marhuta ma Tambun Raja dohot pinompar na di Huta Sihombu.
Dung Sabintang Tambun Raja di pataru Raja Silahisabungan tu si Bisa, ro ma suruan ni Tuan Sihubil tu Huta Lahi mangalapi jala mangelek asa olo Raja Silahisabungan dohot tu Balige, ala Raja Silahisabungan ndang Mangeloi diluahon ma tolu pahompu ni Raja Silahisabungan sian parmahanan.

 

-9-

 

Ala namboru Deangnamora do napaboahon tu utusan ni Tuan Sihubil na pahompu ni Raja Silahisabungan do parmahan natolui, di muruki Raja Silahisabungan ma namboru Deangnamora, sumolsolbagima namboru Deangnamora, ndang olo be namboru Deangnamora mulak tu jabu, sai di partonunan na i ma namboru Deangnamora paimahon tudia pe ibana saidiboanma ules ni Raja Bungabunga nabaru sae ditonun Deangnamora hape Raja Bungabunga ndang mulak betu Hutalahi, jala Raja Silahisabungan pe gabe sai marsahit-sahait ala arsak ni rohana.
Tading maetek do Raja Bungabunga, iima ma anakkon ni Sondi Raja tubu ni Oppung Boru Nagok Boru Siboro, dua boru tolu anak, ima : 1. Raja Bungabunga, 2. Rumabolon, 3. Rumasingap, ia boru nadua i sada marhamulian tu marga Sinaga, sada nai ndang marhamulian ai dung di boan Raja
Bungabunga tu Balige manongnong do ibana tu tao ima na di nauli basa dohot angka sahala ni namboru na marhasaktian.
Tingki marsiajar doli-doli marmahan horbo do Raja Bungabunga jonok tu partonunan ni namboru Deangnamora, ala masa ari logo jala ndang adong be na boi tubu manang aha di suand di Balige, mangulpukma Datu Bolon jala didokkon ma naingkon patupaon pesta bolon lao mangelek Raja Silahisabungan. Laho patupahon ulaon pesta bolon i, di paborhat Tuan Sihubil ma suruan na mangelek Raja Silahisabungan asa olo ro tu Balige mangadopi pesta nanaeng patupaon ni Tuan Sihubil di Balige, alai dung dipasahat nasida tona ni Tuan Sihubil tu Raja Silahisabungan jala dipatorang songon dia na masa di Balige, Raja Silahisabungan ndang olo dohot tu Balige atik pe nunga sian nasa gogo nasida mangelek Raja Silahisabungan. Alani i marsak ma nasida, mulak marsolu huhut mangandun-gandung.

 

-10-

 

Dung jonok utusan ni Tuan Sihubil tu partonunan ni Namboru Deangnamora, dibereng nasida ma Namboru Deangnamora, dohot tolu halak parmahan na jonok tu partonunan ni Namboru Deangnamor ima : 1. Raja Bungabunga anak ni Sondi Raja, 2. Sihaloho anak ni Loho Raja, 3. Sigiro anak ni Batu Raja.
Tumatangis ma nasida mandapothon namboru Deangnamora, gabe asi situtu ma roha ni namboru Deangnamora mamereng nasida, ala asi ni rohana dipaboa ma na pahompu ni Raja Silahisabungan do parmahan na tolu i. Dungi di dapothon nasida ma parmahan na tolu i, di elek-elek gabe olo di boan marsolu marputor-putor di tao i, hape dilalap-lalapi na sida ma parmahan na tolu i asa boi diboan lam dao sian Huta Lahi, Ala nunga dao sian Huta Lahi, marsungkun ma parmahan i lao tudia ma nasida boanon na, alai ndang di alusi, mabiar jala marsigogo ma parmahan na tolu i mamaksa asa mulak tu Huta Lahi, alai ndang dioloi ai ingkon boanon na do nasida tu Balige.
Asa hatop sahat tu Balige mamotong dalan ma nasida sian tano ponggol, tingki i ndang dope boi tano ponggol di laosi solu, mijur ma nasida sian solu i, jala di hallung ma solu I mangalaosi tano ponggol, mangaronta ma parmahan na tolu i, Sihaloho dohot Sigiro boi malua jala lintom ma nasida di luat i, alai Raja Bungabunga ndang boi ibana paluahon dirina, jala diboan do ibana sahat tu Balige.

 

-11-

 

Dung sahat di Lumban Binanga Tara Bunga Balige, dipabotohon ma tu Tuan Sihubil, ro ma Tuan Sihubil manomu RaJa Bungabunga tu Lumban Binanga Tarabunga Balige, dibahen ma Raja Bungabunga marpahean, gabe tu dos ma ibana tu Raja Bolon na togos, na bisuk jala na tongam, di arak ma Raja Bungabunga dohot gondang mardalan mulai sian Lumban Binanga Tarab unga Balige sahat tu inganan pesta Bolon na naung pinarade ni Tuan Sihubil di Lumban Gorat Balige.
Atik pe Raja Silahisabungan ndang olo dohot tu Balige, ala apala pahompu hasian ni Raja Silahisabunga do Raja Bungabunga, tong do dipatupau ulaon i, ai holan marhobas mangarak Raja Bungabunga dope nunga ro udan. Mulai sian I maradi ma ari logo naung lobi tolu taon, tubu ma suan-suanan, denggan partaonan, marlas ni roha ma Tuan Sihubil dohot sasude natorop na adong diluat i, ai dung ro Raja Bungabunga gabena niula, jala sinur na pinahan nasida.
Mamereng haburjuon dohot habisukon ni Raja Bungabunga, lam tamba holong situtu ma roha ni Tuan Sihubil tu Raja Bungabunga, ndang dipaloas be ibana mulak tu huta ni ompung na Huta Lahi, gabe anak haholongan ni Tuan Sihubil ma ibana jala dung tubu anak ini Tuan Sihubil ima Tampuk Nabolon dipangolihon Tuan Sihubil ma Raja Bungabunga tu tinodo ni Tuan Sihubil ima Ompung boru Antar Mangatu Boru Pasaribu apala Maen ni Tuan Sihubil. Dung dipangolihon dileon Tuan Sihubil ma panjaean ni Raja Bungabunga ima Hinalang dohot na Humaliangna.

-12-
la Anakkonni Raja Bungabunga tubu ni Ompung boru Antar Mangatur Boru Pasaribu 4 (Opat) anak dohot 1 (sada) boru ima namarhamulian tu Panajitan, asa unang lupa tu pomparan ni Raja Silahisabungan na maringanan di Huta Lahi, tarlumobi di haha angina na malua di tano ponggol, dibahen ma anak na margoar :
1. Sihaloho —- Pinta Harungguan Boru Pasaribu ;
2. Sinagiro —- Pinta Omas Boru Siregar ;
3. Sinabang —- Pinta Omas Boru Pasaribu ;
4. Sinabutar —- Pinta Omas Boru Manurung ;
Nabisuk jala naburju do Raja Bungabunga, pahompu hasian ni Raja Silahisabungan do Raja Bungabunga, tu ibana do dimemehon Raja Silahisabungan hasaktian dohot habisukon na, ndang Raja Silahisabungan na mangalehon hasaktian na tu Raja Sisingamangaraja, alai Raja Bungabunga do na mangalehon hasaktion na dijalo sian ompung na Silahisabungan tu dongan na Sisingamangaraja Papituhon.
Andorang so diboan Raja Bungabunga tu Balige, dilehon Raja Silahisabungan oo hohosna tu Raja Bungabunga. Dung dilehon Tuan Sihubil Tano Hinalang panjaeanna, tong-tong do ibana marhuta di Lumban Gorat alai marmahan horbona di Sibudiala, didolok ido ibana jotjot mangandungi dohot martonggo tu Mulajadi Nabolon.

 

-13-

 

Ala pardonganon dilehon Raja Bungabunga ma hasaktionna tu Sisingamangaraja Papituhon, laho ma nasida manandakkon hadatuon tu Dairi, Sidikalang sahat tu uluon. Dung sahat di si Bisa pajumpang ma Raja Bungabunga dohot Tambunan, ala las ni rohana boi pajumpang dohot Tambunan pomparan ni ompung na Raja Silahisabungan, gabe marsirang ma Raja Bungabunga dohot Raja Sisingamangaraja Papituhon, mulak ma Raja Bungabunga tu Lumban Gorat pabotohon tu Ompung boru Antar Mangatur Boru Pasaribu, dung mardos ni roha Raja Bungabunga dohot Oppung boru Antar Mangatur Boru Pasaribu, diboan Raja Bungabunga ma Tambunan Sian Si Bisa tu Lumban Gorat jala dibahen ma Marhuta di Tambunan, dungi asa lam gomos partondongon na tu Manurung disuru Raja Bungabunga ma anakna Siampudan ima Sinabutar mangoli Pinta Omas Boru Manurung.
Di uman pahompuna do parhuta sadaon ni Raja Bungabunga, sada sian pahompu ni Raja Bungabunga ima anak buha baju ni Sihaloho laho do marhuta sada tu Pangururan Samosir, dialap ma Boru Simbolon jala tinggal ma ibana di luat i. Songoni do nang Datu Nabaratan ima anak paidua ni Sinabang, Dung mangali jala nunga magodang anakkon na tinubuhon ni Boru Pasaribu laho ma ibana marhutasada manandakon hadatuon tu Passur Napitu, Sait Nihuta, Aek Godang, Sidempuan, Garoga, dohot Parit Sabungan.

-14-
Parmahan do Raja Bungabunga, ala sian parmahan na di Huta Lahi do Raja Bungabunga diboan utusan ni tuan sihubil tu tu Balinge gabe dibahen ma gelar na Raja Parmahan Silalahi. Mansai bahat do horbo ni Raja Bungabunga, ndang habilangan godangna, sadia nasiat di sibudiala dohot nahumaliangna songoni ma godang ni horbo ni Raja Bungabunga ujui. Tingki Raja bungabunga marmahan horbo na di dolok i mauas situtu ma ibana ai so adong aek hape di hos niari tung mansai mohop do di dolok. Hundul ma Raja Bungabunga diatas ni batu, di igot ibana ma mual ni ompuna Raja Silahisabungan na di Huta Lahi, dibege ibana ma soara ni Raja Silahisabungan mandok tonggohon hohos mi dung I libashon ma. Ditonggohon Raja Bungabunga ma tu Mulajadi Nabolan hohos na ni lehon ni Raja silahisabungan tu ibana, dung i dilibashon ibana ma
hohos i, anggo dirohana naeng libashononna do hohos i tu tano do asa unang sega hohos i, hape hohos na ni libashon nai dang hona tu tano alai hona tu batu na nihundulanna, pintor haruar ma aek sian batu i jala i ma mual na adong di sibudiala, i ma mual ni Raja Bungabunga nasora marsik sahat tu saonari. Sian mual I ma Raja Bungabunga minum dohot martapian jala ditoruan ni mual i ma pargulu-guluan ni horbona.

 

-15-

 

Naujui adong do bukku laklak ni Raja Bungabunga, tingki martonggo Raja Bungabunga di bona ni hau, sian naso pamotoan na bukka ma laklak ni hau pangunsandean na i, dibuat ibana laklak hi hau i hape nunga marisi surat-surat hapistaran, habisukon dahot hasaktion.
Adong do tintin ni Raja Bungabunga, tintin na i marmata, tintin na ido dipangke mangubati na marsahit, molo dibereng ibana tintin na I boi do diboto ibana aha na masa, aha nanaeng di ulahaon halak na jahat, molo Ibana manungkun huhut mamereng tintin na i pittor mabiar jala mangangku do nasa parjahat.
Tungkot panaluan ni Raja Bungabunga boi disuru mardalan sandiri. Molo udan naso hasaongan alogo naso hapudian boi do disuru tungkot na i laho mamotuk angka na jahat.
Molo hujur ni Raja Bungabunga sai disimpan do dibilut na, dang diboan hujur na i anggo so apala naporlu situtu, piso dohot tintin na do jotjot diboan molo lao Raja Bungabunga marhuta sada. Adong do hodana na bontar dahot nabirong alai hoda na bontar do na jotjot dipangke Raja Bungabunga. Atik pe nasakti jala si godang ugasan Raja Bungabunga,ndang di pangasahon ibana hasaktion dohot ugasan na i, habisukon dahot hapistaran na do dipatujolo pataluhon nasa alona.
-16-

 

PARSORION NI RAJA BUNGABUNGA

 

OMPUNG MULAJADI NA BOLON
NA HANSIT MA DA AHU ON
NA SO MARTUDOSAN MA AHU
AI NUNGGA DI TANGKO NADEBA AHU

 

 

 

MASA MA DI BALIGE ARI LOGO UJU I
ALA NUNGGA TUNG LELENG ARI LOGO I
DISUNGKUN TUAN SIHUBIL PARBINOTONA
HAPE NA ADONG DO DONGAN TUBUNA
NA BOI PARO UDAN DI HUTA LAHI
DISURU TUAN SIHUBIL MA MANGALAPI
ALAI SILAHISABUNGAN DANG MANGOLOI
OMPUNG MULAJADI NA BOLON

 

NA HANSIT MA DA AHU ON
NA SO MARTUDOSAN MA AHU
AI NUNGGA DI TANGKO NADEBA AHU

AHU NASO MARBINOTO AGIA AHA PE
DI BOAN DO AHU TU LUAT BALIGE
IMA LUAT HATUBUAN NI DA OMPUNG
ASA NA GABE AHU MA HAPE
NALAHO PANGGANTI NI DA OMPUNG
SILAHISABUNGAN NA MARSAHALA I
NABOI PARO UDAN DI BALIGE NAULI

OMPUNG MULAJADI NA BOLON
SAI PARBISUKI MA DA AHU ON
ASA SONGON OMPUNGHU RAJA I
NA TADING DI HUTA LAHI HATUBUANKI

 

 

TARUTUNG, AGUSTUS 2OO9

OLEH :
SAURASI SILALAHI, SH., MH.

 

 

 

PEDOMAN MEMBUAT PUTUSAN

PEDOMAN MEMBUAT PUTUSAN

 

Putusan yang dimaksud dalam tulisan ini adalah putusan hakim dalam rangka melaksanankan tugas pokok pengadilan menerima, memeriksa, dan mengadili serta menyelesaikan perkara yang diajukan kepada pengadilan.

 

Pengadilan berfungsi menyelengarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan berdasarkan pacasila dan uud 1945demi terselengaranya Negara hukum republik Indonesia. Oleh karena hakim adalah sebagai pelaku utama funsgi pengadilan, maka semua wewenang dan tugas yang dimiliki oleh hakim harus dilaksanakan dalam rangka menegakkan hukum, kebenaran dan keadilan.

 

Pada era teknologi informasi sekarang ini sudah tidak asing kalau terhadap putusan hakim ada yang mengatakan tidak adil. Orang yang dihukum, dikalahkan, merasa dirugikan atau merasa tidak sesuai dengan apa yang dikehendaki akan mengatakan tidak adil. Sebaliknya orang yang merasa menang, diuntungkan atau merasa sesuai dengan apa yang dia kehendaki akan mengatakan adil.

 

Dari segi subjektif arti keadilan bagi setiap orang berbeda-beda. Filsuf-filsuf barat memberikan perbedaan-perbedaanarti dari keadilan yaitu Keadilan Corrective, Keadilan Retributive, dan Keadilan Distributive. Keadilan Corrective mencari untuk mengganti atau memperbaiki kerugian. Keadilan Retributive mencari untuk menghukum, membalas dan menghalangi kejahatan. Keadilan Distributive ditujukan untuk mengatur sumberdaya dan kesempatan yang ada dalam masyarakat (J. Djohansjah). Kemudian pada era pengadilan modern dewasa ini berkembang apa yang disebut dengan Legal Justice (Keadilan Hukum), Sosial Justice (Keadilan Sosial), Moral Justice (Keadilan  Moral)Serta Total Justice dimana apa yang disebut Legal Justice, Sosial Justice, dan Moral Justice ketiganya masuk kedalam konteks Total Justice.

 

Adil bermakna menempatkan sesuatu pada tempatnya dan memberikan yang menjadi haknya, yang didasarkan pada suatu prinsip bahwa semua orang sama kedudukkannya didepan hukum. Dengan demikian tuntutan yang paling mendasar dari keadilan adalah memberikan perlakuan dan memberi kesempatan yang sama (Equality and Fairness) terhadap setiap orang (Kode Etik Dan Pedoman Perilaku Hakim Jakarta 2009).

 

Mahkamah Agung telah menentukan pilihan agar hakim dalam membuat putusan berpedoman 3 hal  :

  1. Unsur Yuridis yang merupakan unsur pertama dan utama.
  2. Unsur Filosofis, berintikan kebenaran dan keadilan.
  3. Unsur Sosiologis, yang mempertimbangkan tata nilai budaya yang hidup dan berkembang dalam masyarakat ( Syafiuddin Kartasasmita, SH )

 

Menerapkan dengan baik ketiga unsur tersebut dalam membuat putusan akan menghasilkan putusan yang baik dan bermutu, tetapi pada kenyataannya untuk menerapkan ketiga unsur tersebut dengan baik dalam suatu putusan bukanlah hal yang mudah. Untuk penerapan unsur Filosofis dan unsur Sosiologis diperlukan pengalaman dan pengetahuan yang luas, serta kerja keras hingga dapat memahami dan menerapkan nilai-nilai yang hidup dan berkembang dalam masyarakat.

 

Penerapan unsur Yuridis lebih mudah bila dibandingkan dengan penerapan Unsur Filosofis dan unsur Sosiologis. Dengan menerapkan Asas Legalitas Unsur Yuridis dapat terpenuhi, karena unsur Yuridis merupakan unsur pertama dan utama, maka hakim merasa lebih aman membuat putusan dengan mengutamakan ketentuan peraturan perundang-undangan, padahal putusan yang tidak memenuhi Unsur Filosofis dan Sosiologis dapat bertentangan dengan kehendak masyarakat. Putusan yang bertentangan dengan kehendak masyarakat tidak akan ditaati dan dilaksanakan dengan sukarela, sehingga kepercayaan masyarakat kepada pengadilan akan semakin berkurang.

 

Walaupun ketentuan Perundang-undangan dibuat sejelas mungkin, pada kenyataannya dalam menerapkan ketentuan perundang-undangan baik yang menyangkut hukum materil maupun hukum formil dibutuhkan penafsiran.Orang yang mempunyai kepentingan tertentu akan melakukan penafsiran sesuai kepentingannya, sementara hakim tidak boleh menafsirkan ketentuan perundang-undangan untuk kepentingan dirinya atau untuk kepentingan kelompok tertentu.

 

Dalam dunia akademis berkembang teori Penafsiran Otentik, Penafsiran secara Sistematik, penafsiran secara grammatikal serta penafsiran futuristis. Yang paling utama adalah penafsiran Otentik yaitu penafsiran yang telah dirumuskan dalam undang-undang. Apabila dalam suatu undang-undang sudah dirumuskan pengertian mengenai sesuatu, maka pengertian itulah yang dipakai dalam menerapkan ketentuan perundang-undangan.

 

Mengenai pengertian sesuatu istilah yang tidak diatur dalam ketentuan perundang-undangan, dipergunakan pengertian yang terdapat dalam penjelasan umum dan penjelasan pasal demi pasal. Setelah tidak ditemukan pengertian menurut penjelasan resmi undang-undang, penjelasan umum dan penjelasan pasal demi pasal, barulah diterapkan pengertian menurut doktrin dan yurisprudensi.

 

Hukum, Undang-undang, itu hanya kertas dengan tulisan-tulisan umum dan abstrak.Ditangan para hakimlah ia menjadi keadilan yang hidup. Hakim tidak dapat hanya berlindung dibelakang undang-undang. Ia harus tampil dalam totalitas, termasuk dengan hati nurani ( Satjipto Rahardjo ).

 

Hakim membuat Hukum dan Undang-undang menjadi keadilan yang hidup dengan membuat putusan yang adil dan dapat menyelesaikan perkara. Menyelesaikan perkara menurut apa yang dikehendaki masyarakat akan mewmenuhi rasa keadilan masyarakat dan memulihkan kepercayaan masyarakat kepada Pengadilan. Agar dapat membuat putusan yang dapat memenuhi rasa keadilan masyarakat, hakim harus memahami kegelisahan, penderitaan dan cita-cita yang disebut hati nurani masyarakat.

 

Hakim adalah manusia biasa, banyak faktor yang dapat mempengaruhi hakim dalam membuat putusan. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi hakim dalam membuat putusan terdiri dari  :

  1. Faktor Internal
    1. Iman dan kepercayaan.
    2. Pengalaman.
    3. Pengetahuan.
    4. Kebutuhan dan perilaku hakim.

 

  1. Faktor Eksternal.
    1. Ketentuan Peraturan Perundang-undangan.
    2. Kemauan politik penguasa.
    3. Tekanan dari masyarakat.
    4. Suap dan keadaan lingkungan.

Bagi hakim faktor-faktor tersebut  ibarat pisau bermata dua, pada satu sisi dapat menjadi faktor yang mempengaruhi hakim membuat putusan yang tidak baik dan tidak bermutu, pada sisi yang lain dapat menjadi faktor pendukung bagi hakim untuk membuat putusan yang baik dan bermutu. Dengan demikian sudah seharusnya faktor-faktor tersebut dipahami dan dikelola dengan baik hingga menjadi faktor pendukung untuk membuat putusan yang baik dan bermutu.

 

Sampit,     Agustus 2011

 

 

SAURASI SILALAHI, SH.MH.

BUKU PANDUAN

Buku-buku panduan berikut berbentuk file pdf yang berisikan gambar-gambar untuk mempermudah pembacanya, sehingga kapasitas filenya cukup besar.

NAMA FILE

UKURAN FILE

 
Panduan membuat posting (4 Halaman)

2.63 MB

 DOWNLOAD

Cara mengelola email (2 Halaman)

1.25 MB

 DOWNLOAD

 

 

Categories
PT. Portibion Djewelindo Logistik
PT. Portibion Djewelindo Logistik
KALENDER 2012
August 2016
M T W T F S S
« Apr    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  
Data Kunjungan